Sticky

Cara Daftar Akun Member Baru Di Situs Judi sbobet Online

Citizensfortruth – Bagi anda yang ingin bermain Judi sbobet Online namun masih bingung dan kawatir akan situs Judi sbobet Online yang anda pilih serta ragu untuk memainkannya, maka kami sarankan untuk melihat terlebih dahulu situs Judi sbobet Online judi yang terpercaya dan sudah tersedia sejak lama dari agen situs Judi sbobet Online. Jika berminat, anda perlu mengikuti  beberapa langkah-langkah yang tersedia didalam situs Judi sbobet Online tersebut. berikut langkah yang perlu anda ikuti ;

  1. Yang pertama : bagi anda yang belum mempunyai akun, kami sarankan untuk membuat akun terlebih dahulu dengan mengisi form pendaftaran yang sudah tersedia didalam agen judi online terpercaya di indonesia terlebih dahulu. Cara melakukan pendaftarannya pun terbilang mudah, anda hanya perlu mengikuti langkah form pengisian biodata diri anda mulai dari Nama/ID, Email, No.Telp. dan yang terpenting ialah nomor rekening yang anda miliki. Untuk mengisi nama id dan pasword, anda disarankan untuk mengisi nama yang mudah dihafal dan tidak sulit agar setiap kali anda melakukan login kedalam game anda tidak lupa dan tidak perlu repot-repot untuk menanyakan kembali kepada customer kami yang siap melayani anda 24 jam non-stop.
  2. Yang kedua : jika anda sudah melakukan pendaftaran dan sudah memiliki akun, anda bisa saja langsung login dan memulai permainan didalamnya. namun, sebelumnya anda harus melakukan transfer/deposit terlebih dahulu untuk mengisi saldo pada akun anda. bagi anda yang ingin melakukan deposit untuk mengisi saldo pada akun anda, kami sarankan untuk melakukan chat terlebih dahulu kepada customer kami yang sedang online. hal ini dikarenakan, untuk memastikan setiap bank yang ingin anda deposit harus dalam keadaan online. hal tersebut juga sangat berpengaruh terhadap jalannya proses transaksi nantinya.

Apabila ada beberapa informasi yang ingin anda ketahui lainnya, maka anda bisa langsung menghubungi customer service agen judi sbobet Online yang siap melayani anda 24 jam nonstop. Demikian beberapa informasi yang bisa anda ketahui mengenai kelebihan atau keunggulan apa saja yang dimiliki oleh situs Judi sbobet Online uang asli didalamnya. Selamat bermain.

Allegri Akan Comeback Melatih di Musim Panas 2020

Para klub-klub yang berminat untuk merekrut Massimiliano Allegri, harus bersabar untuk lebih lama lagi. Hal ini tak terlepas keputusan pelatih berusia 52 tahun, dirinya baru akan kembali melatih pada musim panas tahun 2020 mendatang.

Massimiliano Allegri diketahui masih menggangur, pasca keputusan nya mundur dari kursi kepelatihan Juventus. Dirinya sendiri memutuskan pergi dari klub asal Turin ini, pada akhir musim 2018/2019.

Sementara Arsenal serta Bayern Munchen yang tidak memiliki pelatih, disebut-sebut tertarik untuk bisa merekrut Massimiliano Allegri. Namun keinginan itu tak akan segera terjadi, setelah keputusan Allegri untuk berisitirahat sejenak dari dunia kepelatihan.

Massimiliano Allegri diketahui pun, tengah menikmati masa-masa rehatnya. Meskipun begitu, eks pelatih AC Milan dan Juventus ini telah berjanji untuk kembali melatih setelah kompetisi musim 2019/2020 berakhir.

“Saya tidak tahu apakah kalian menyebutnya sebagai rehat atau tidak, namun setelah relasi saya berakhir di Juventus dan saya berpikir untuk absen selama setahun dulu,”ungkap dari Allegri kepada ESPN.

“Ini kesempatan saat untuk merenung, pergi, dan serta berbicara kepada banyak orang. Saya akan lebih tenang untuk melakukan banyak hal di yang tidak saya dapatkan dulu (saat melatih Juventus). Mungkin setelah itu, saya akan memikirkan masa depan saya di musim yang akan datang,”tambahnya lagi.

Sementara comebacknya Massimiliano Allegri diyakini akan terjadi saat, dirinya memilih pekerjaan di Premier League. Pelatih berusia 25 tahun ini memang tengah dikait-kaitkan dengan beberapa tim asal Premier League, seperti Arsenal, dan serta Manchester United.

Taklukan Tottenham Hotspur, Manchester United Bidik Manchester City

Setelah berhasil menaklukan Tottenham Hotspur, Manchester United kini siap untuk menghadapi ujian besar dalam menantang Manchester City. Laga rivalitas dua klub sekota ini pun, kesempatan bagi The Red Devils untuk unjuk gigi lagi.

Kemenangan 2-1 oleh Manchester United, sekaligus mengakhiri tren kemenangan Tottenham Hotspur, Kamis (5/12/2019) dini hari WIB. Kemenangan ini juga berhasil merusak comeback Mourinho di Old Trafford, sejak dipecat pada Desember tahun lalu.

Kemenangan ini pun membuat Manchester United semakin siap dalam melakoni tantang berat pada akhir pekan ini. The Red Devils akan bertandang ke markas Manchester City, Etihad Stadion, Mimggu (8/12/2019) dini hari WIB.

“Ini membuat kami semakin siap dalam menghadapi laga berat di akhir pekan ini, dua hari pemulihan dan kami akan kembali memulai lagi,”ungkap dari Ole Gunnar Solskjaer setelah laga kontra Tottenham Hotspur, melalui situs resmi klub.

“Kami cuma harus pergi ke sana dan mendapatkan sebanyak mungkin poin. Saya sudah bilang sebelum pertandingan ini bahwa ini adalah sebuah kesempatan bagus bagi kami untuk memperlihatkan apa yang kami bisa lakukan.”tambahnya lagi.

Sementara laga ini tidak akan mudah bagi Manchester United, mengingat Manchester City kini dalam momentun bagus setelah meraih kemenangan telak di markas Burnley 1-4. Sebelumnya The Citizens sempat dalam performa jelek, setelah ditekuk Liverpool 1-3, lalu bangkit meraih kemenangan 2-1 atas Chelsea, namun meraih hasil imbang 2-2 atas Newcastle United.

Namun disisi lain, Manchester United juga tak terkalahkan jika menghadapi tim-tim top Premier League di musim ini. Hal ini terlihat dimana The Red Devils mampu mengalahkan Chelsea 4-0, imbang menghadapi Arsenal 1-1 dan Liverpool, terakhir menaklukan Tottenham Hotspur.

Southgate Masuk Kandidat Pelatih Baru Manchester United

sepertinya spekulasi terkait pelatih baru bagi Manchester United terus saja berhembus kencang. Kabar terkini malah mengklaim jika pelatih Timnas Inggris, yakni Gareth Southgate telah masuk dalam kandidat kuat pelatih baru bagi The Red Devils.

Manchester United diketahui masih dilatih oleh Ole Gunnar Solskjaer. Dirinya sebelumnya merupakan caretaker The Red Devils, sebelum akhirnya diangkat menjadi pelatih permanen klub setelah periode suksesnya.

Namun sejak resmi diangkat menjadi pelatih baru Manchester United, malah belakang mulai muncul desakan agar Solskjaer segera mundur. Semua ini tak terlepas dari performa tim skuat asuhan nya yang masih kurang stabil, bahkan cenderung menurun disetiap pertandingan.

Kabar terkini yang dilansir oleh The Sun, mengklaim jika pihak manajemen klub Manchester United telah menjaring para kandidat pelatih baru. Kabarnya Manajemen klub tertarik untuk merekrut pelatih bagi Timnas Inggris, yakni Gareth Southgate.

Ketertarikan Manchester United terhadap pelatih Timnas Inggris, karena kinerja nya yang sangat memuaskan. The Three Lions mampu disulapnya menjadi salah satu tim kuat, serta stabil selama masih ditangani Southgate.

Tidak hanya karena kemampuan nya yang mumpuni saja, Gareth Southgate juga menjadi pelatih yang selalu memberikan kesempatan untuk para pemain muda. Hal ini dianggap sesuai dengan filosofi klub, sehingga ingin menjadikan nya pelatih baru klub.

Sementara pihak Manchester United pun, dikabarkan akan merekrut Gareth Southgate pada akhir musim nanti. Pihak klub harus menunggu sang pelatih yang masih fokus bersama Timnas Inggris di Euro 2020, sebelum akan merekrutnya.

Masa depan dari Gareth Southgate bersama Timnas Inggris sendiri, diketahui akan ditentukan hasil dari Euro 2020 nanti. Andai gagal memenuhi target dari pihak FA, maka kemungkinan Manchester United bisa mengambil kesempatan untuk merekrutnya.

Selain nama Gareth Southgate, Manchester United juga mempunyai opsi pelatih lain. The Red Devils dikabarkan tengah mendekati eks pelatih Tottenham Hotspur, yakni Mauricio Pochettino.

Resmi, AC Milan Rilis Jersey Edisi Khusus

Seperti diketahui bahwa AC Milan merupakan salah satu klub raksasa Italia yang cukup sukses. Pihak manajemen klub dari I Rossoneri pun berencana untuk segera merilis jersey baru yang spesial, jersey ini pun akan berbeda daripada biasanya.

Perilisan jersey baru ini pun, resmi dilakukan pihak klub demi memperingati hari jadi AC Milan yang ke-120 tahun. Menariknya lagi, jersey ini akan dirilis dengan nuansa emas dan diproduksi hanya sebanyak 1.988 biji saja.

Jumlah produksi ini pun dilakuakan, juga sesuai dengan tahun dari berdirinya AC Milan. Diketahui bahwa klub yang bermarkas di San Siro Stadion ini, berdiri pada tanggal 16 Desember 1988.

Hal ini berarti, AC Milan akan segera berulang tahun ke-120 tepat pada 13 hari lagi. Dalam jersey baru ini akan bertulis kutipan sang pendiri klub, Herbert Klipin, pada bagian belakang.

“Kami akan menjadi sebuah tim iblis. Warna tim akan sangat merah layaknya sebuah api dan hitam, seperti rasa takut,”demikian isi kutipan pada belakang jersey dikuti dari situs resmi AC Milan, Senin (3/12/2019).

Sementara jersey ini telah resmi dijual di AC Milan Strore dan situs resmi Puma. Namun, saat tulisan ini dibuat jersey spesial ulang tahun AC Milan ke-120 sudah sold out alias habis.

Meskipun dibanderol dengan harga yang mahal untuk jersey baru, yakni mencapai 189,90 euro atau sekitar Rp 2,9 juta, namun tetap laris. Harga jersey baru ini pun lebih mahal dari harga jersey musim ini, yakni seharga 90 euro atau Rp 1,4 juta.

Sementara jersey baru ini pun, resmi digunakan tim saat AC Milan berhadapan dengan Sassuolo di pekan ke-16 kompetisi Serie A, Mimggu (15/12/2019) Stadion San Siro. Namun sebelum laga itu pun, I Rossoneri terlebih dahulu berhadapan dengan Bologna, Senin (9/12/2019).

Solskjaer Masih Aman dari Ancaman Pemecatan

Kursi kepelatihan Manchester United masih aman bersama Ole Gunnar Solskjaer, meskipun tim skuat asuhan masih tampil inkosisten disetiap laga. Hal ini setelah beredar kabar terkait direksi The Red Devils yang masih mempertahankan Solskjaer, dan belum berencana untuk menggantikan pelatihnya.

Kursi kepelatihan Ole Gunnar Solskjaer sempat goyah setelah muncul sejumlah suara yang meminta dirinya mundur dari jabatan nya. Hal ini tak terlepas dari kemampuan pelatih asal Norwegia ini dalam menstabilkan performa Manchester United, sehingga selalu meraih banyak hasil yang kurang maksimal.

Meskipun kabar ini sempat mereda setelah performa Manchester United semakin membaik pada bulan November kemarin. Namun dua mimggu kemudian, rumor pemecatan ini malah kembali menyeruak setelah tiga kali tanpa kemenangan.

Terkait performa Manchester United yang kembali memburuk pun, posisi Solskjaer diyakini tetap aman. Apalagi pihak manajemen klub masih mempercayai kemampuan dari Solskjaer.

“Saya percaya jika kabar ini, tidak akan pernah terjadi. Mereka yang ada diatas (Jajaran direksi Manchester United) masih percaya kepadanya, dan tidak berencana untuk memecat pelatihnya dalam waktu dekat,”ungkap dari Daniel Taylor yang merupakan jurnalis milik Guardian.

Selain itu juga, menurut dari Taylor pihak Manchester United tidak akan tergoda untuk merekrut Mauricio Pochettinoa. Meskipun pelatih asal Argentina ini telah berstatus tanpa klub, dan tengah mencari klu barunya.

“Semua orang tahu bahwa Ed Woodward dan koleganya di Direksi United tidak memiliki niatan untuk mencopot Solskjaer, meski Pochettino saat ini tengah mencari klub baru.” ia menandaskan.

Sementara Manchester United akan kembali mendapatkan pekan yang sangat sulit. Pasalnya, tim skuat Ole Gunnar Solskjaer akan menghadapi Tottenham Hotspur lalu menghadapi Manchester City dalam tujuh hari ke depan.

Bersama Mourinho, Dele Alli Bersinar Kembali

Sejak Tottenham Hotspur dilatih oleh Jose Mourinho, performa Dele Alli yang sempat meredup kini telah kembali lagi. Hal ini dapat terlihat dimana Alli tampil begitu impresif, serta memberikan kontribusi besar dalam laju kemenangan The Lillywhites.

Tottenham Hotspur dibawah kepemimpinan Jose Mourinho berhasil untuk meraih tiga kemenangan beruntun setelah menang 3-2 atas Bournemouth dalam laga lanjutan Premier League, Sabtu (30/11/2019). Dele Alli menjadi inspirasi kemenangan The Lillywhites setelah sepasang golnya, serta satu gol dari Moussa Sissoko.

Dibawah kepemimpinan Jose Mourinho pun, Dele Alli berhasil untuk mengoleksi tiga gol dan satu assist dari tiga laga pertandingan. Bahkan dari catatan statistik, pemain asal Inggris ini pun tampil lebih baik dibandingkan 10 pertandingan saat masih dibawah kepelatihan Mauricio Pochettino.

“Tentunya karena pertanyaan yang sempat saya buat untuknya, saya berkata apakah kamu adalah Dele Alli atau hanya saudaranya dan dia berkata bahwa dia adalah Dele Alli. Kemudian saya berkata, jika memang kamu adalah Dele Alli, maka tunjukan performa kamu yang sebenarnya,”ungkap dari Mourinho saat menjalani debut perdana nya sepekan lalu.

Pada musim lalu, diketahui bahwa performa Dele Alli memang sempat disorot tajam, hal ini karena dirinya hanya mampu mencetak 7 gol saja. Meskipun membawa Tottenham Hotspur finis di posisi keempat, dan serta berhasil masuk ke babak final Liga Champions.

Kritikan ini karena Dele Alli yang tampil impresif sejak menjalani debutnya di Tottenham Hotspur pada 2015/2016, dimana mampu mencetak 10 gol dan 11 assist. Kemudian penampilan impresifnya terus berlanjut di musim 2016/2017 dimana mampu mencatatkan 22 gol plus 13 assist, namun memasuki dua musim selanjutnya penampilan nya malah menurun tajam.

Sementara dibawah kepemimpinan Jose Mourinho, Tottenham Hotspur mampu untuk kembali bersaing di papan atas klasemen sementara Premier League. Kini The Spurs berhasil untuk menempati posisi kelima klasemen dengan 20 poin, serta hanya terpaut 6 poin saja dari Chelsea yang berada di posisi ke empat klasemen EPL.

Unai Emery Akhirnya Buka Suara Soal Pemecatannya

Berselang tak lama setelah keputusan pihak manajemen klub Arsenal memecat Unai Emery, pelatih berusia 48 tahun ini akhirnya buka suara juga. Melalui surat perpisahan nya, Jumat (29/11/2019), dirinya mengungkapkan terkait pemecatan itu.

Dalam surat yang telah diunggah ke laman resmi Arsenal itu, Unai Emery juga meminta untuk seluruh fans untuk tetap memberikan dukungan terhadap Arsenal. Pelatih berusia 48 tahun ini juga sempat mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya selama ini.

“Tentunya saya merasa terhormat bisa menjadi pelatih Arsenal. Namun setelah perpisahan ini, saya hanya bisa mengucapkan rasa terima kasih untuk seluruh fans yang telah membantu saya selama ini,”ungkap dari Emery.

“Untuk semua yang mendukung kami (Arsenal) dari setiap sudut dunia, mereka yang telah jauh datang ke Emirates, semua yang menunggu dalam hujan dan dingin hanya untuk menyapa saya setelah laga. Saya ingin mengatakan bahwa saya bekerja dengan semangat, komitmen dan usaha,”

“Saya juga ingin mengucapkan rasa terima kasih mendalam untuk seluruh staff di Arsenal, serta dukung yang pernah diberikan. Terkhusus juga untuk Ivan Gazidis yang begitu menyambut saya, juga untuk Raul Sanllehi, Edu, dan Vinai Venkatesham yang begitu respek untuk saya, hingga akhir menit saya disini,”tambahnya lagi.

Selain ungkapan rasa terima kasih Unai Emery, pelatih berusia 48 tahun ini juga mengunkapkan rasa bangga nya bisa menangani tim sebesar Arsenal. Baginya, ini merupakan sebuah kebanggan besar, serta pengalaman yang tak terlupakan.

“Kebersamaan yang penuh emosi dalam setahun lebih disini, begitu banyak momen yang saya alami, tapi tak sehari pun terlewat untuk saya tanpa memikirkan betapa beruntungnya saya bisa bekerja untuk klub sebesar ini,

“Hanya doa terbaik untuk saya selalu, juga seluruh pendukung Arsenal”tutupnya mengakhiri.

Pelatih Wolves Diisukan Jadi Pengganti Emery

Tak lama setelah mundurnya Unai Emery dari kursi kepelatihan Arsenal, nama dari Nuno Espirito Santo santer dikabarkan sebagai kandidat kuat pelatih selanjutnya. Terkait hal ini sendiri, pelatih berusia 45 tahun ini enggan untuk berkomentar banyak.

Semasa kepemimpinan dari Unai Emery, Arsenal terus saja mendapatkan rentetan hasil buruk. Pada laga terakhirnya sendiri, The Gunners malah takluk 1-2 dari Eintracht Frankfurt pada matchday kelima kompetisi Liga Europa.

Total dalam tujuh laga terakhir, Arsenal tak pernah lagi mencatatkan kemenangan sekalipun. Hal ini juga yang akhirnya menimbulkan spekulasi terkait masa depan nya sebagai pelatih bagi The Gunners.

Bahkan beberapa nama pelatih sudah santer dikabarkan untuk menjadi pelatih pengganti bagi Unai Emery. Salah satu kandidat kuat bagi pelatih The Gunners, yakni pelatih milik dari Wolverhampton Wanderers.

Nuno Espirito Santo memang mencuri perhatian sejak menangani dari Wolverhampton Wanderers. Bersama Wolves, Nuno mampu membawa timnya menempati peringkat kelima klasemen sementara Premier League dan lolos ke babak 32 besar Liga Europa.

Terkait masa depan Nuno Espirito Santo yang terus dispekulasikan akan menjadi pelatih baru Arsenal. Pelatih berusia 45 tahun ini tak ingin banyak berkomentar.

“Jika kalian lebih mengenalku lebih baik lagi, tentunya kalian akan tahu bahwa aku tak akan banyak memberikan komentar terkait hal itu (isu pelatih Arsenal),”ungkap dari Nuno dilansir oleh Mirror.

“Masalah yang bukan tanggung jawab saya, tentunya saya tidak akan mengurusinya. Khususnya juga karena ini menyangkut pekerjaan manajer lain, saya kira itu sesuatu yang sangat tidak sopan,”tegasnya lagi.

Selain muncul nama Nuno sebagai pelatih selanjutnya, nama seperti Carlo Ancelotti, Freddie Ljunberg, dan Mauricio Pochettino juga masuk kandidat pelatih selanjutnya. Namun Ljunberg yang kini ditunjuk sebagai caretaker sementara The Gunners, menjadi kandidat paling berpeluang untuk menggantikan Emery.

Fans Malmo Ngamuk, Setelah Ibrahimovic berinvestasi di Hammarby

Keputusan dari Zlatan Ibrahimovic untuk berinvestasi bersama Hammarby rupanya menimbulkan masalah dengan klub lamanya, yakni Malmo. Fans dari klub Malmo tidak terima, serta melakukan sederet aksi vandalisme setelah Ibrahimovic menjadi bos klub rivalnya.

Diketahui pada hari Rabu (27/11/2019) waktu setempat, resmi diumumkan terkait Zlatan Ibrahimovic yang menjadi salah satu pemilik Hammarby. Terkait ini pun, fans Malmo merespon dengan sangat keras atas keputusan penyerang berusia 38 tahun tersebut.

Para pendukung dari Malmo langsung merusak patung Zlatan Ibrahimovic yang didirikan pada bulan lalu, di luar Stadion Swedbank. Patung yang didirikan untuk menghormati jasa Ibrahimovic telah dicoret-coret, dikarungi dudukan toilet, bahkan divideo yang beredar juga memperlihatkan patung itu telah dibakar.

Sementara aksi perusakan ini tidak hanya terjadi pada patung saja, namun merembet ke properti pribadi Ibrahimovic yang terletak di pusat kota Stokholm. Menurut dari FourFourTwo juga melaporkan bahwa sejumlah fans melakukan aksi coret-coret dibangunan itu dengan bertuliskan ‘Judas’ pada bagian pintu, terkait aksi ini pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan.

Malmo dan Hammerby memang memiliki rivalitas yang sengit, bahkan mereka juga bersaing ketat di kompetisi Liga Swedia. Saat ini kedua klub sama-sama mengoleksi 65 poin dengan menempati peringkat kedua dan ketiga klasemen, di bawah Djurgarden (66 poin).

Zlatan Ibrahimovic memang tidak hanya menghadapi kemarahan dari suporter di klub kampung halaman nya saja. Pemain berusia 38 tahun ini pun tengah dipersulit dengan mencari klub baru, setelah kontraknya di LA Galaxy tidak diperpanjang.

Meskipun begitu, pemain yang telah berusia 38 tahun ini santer dikabarkan akan segera merumput dikompetisi Serie A. Dirinya diyakini tengah menjalin kontrak dengan beberapa klub Italia, seperti AC Milan, Napoli, dan Bologna.

Resmi, Hertha Berlin Tunjuk Juergen Klinsmann Sebagai Pelatih Barunya

Juergen Klinsmann kini telah kembali lagi kedunia pesepakbolaan, setelah menggangur untuk waktu lama. Secara resmi eks pelatih Timnas Jerman, dan Timnas Amerika Serikat ini ditunjuk sebagai pelatih baru Hertha Berlin.

Penunjukkan dari Juergen Klinsmann sebagai pelatih baru Hertha Berlin, juga untuk menggantikan posisi Ante Covic. Covic sendiri dipecat dari kursi kepelatihan klub setelah serangkaian hasil buruk tim, klub dengan julukan ‎Die Alte Dame kini terpuruk dan duduk diklasemen 15 kompetisi Bundesliga.

Juergen Klinsmann yang resmi telah ditunjuk sebagai pelatih baru Hertha Berlin, akhirnya menyudahi periode menganggur yang cukup lama. Diketahui sejak resmi lengser dari kursi kepelatihan Timnas Amerika Serikat pada tahun 2016 silam, pelatih berusia 55 tahun ini belum kembali melatih klub maupun timnas manapun.

Sementara menurut kabar dari Guardian, Juergen Klinsmann sendiri akan dikontrak dengan jangka waktu yang singkat. Hertha Berlin hanya mengikat pelatih berusia 55 tahun ini hingga akhir musim.

Hertha Berlin sendiri, merupakan klub Bundesliga kedua yang dilatih oleh Juergen Klinsmann. Diketahui bahwa Klinsmann sempat membesut Bayern Munchen pada periode tahun 2008/2009, sebelum akhirnya membesut Timnas Jerman.

Selama berkarier sebagai pelatih, Klinsmann memiliki segudang prestasi yang mentereng. Melatih Timnas Jerman dirinya berhasil mempersembahkan juara ketiga pada Piala Dunia 2006 dan Piala Konfederasi 2005, sementara di Timnas Amerika Serikat dirinya berhasil mempersembahkan gelar juara Piala Emas CONCACAF tahun 2013.