Allegri Akan Comeback Melatih di Musim Panas 2020

Para klub-klub yang berminat untuk merekrut Massimiliano Allegri, harus bersabar untuk lebih lama lagi. Hal ini tak terlepas keputusan pelatih berusia 52 tahun, dirinya baru akan kembali melatih pada musim panas tahun 2020 mendatang.

Massimiliano Allegri diketahui masih menggangur, pasca keputusan nya mundur dari kursi kepelatihan Juventus. Dirinya sendiri memutuskan pergi dari klub asal Turin ini, pada akhir musim 2018/2019.

Sementara Arsenal serta Bayern Munchen yang tidak memiliki pelatih, disebut-sebut tertarik untuk bisa merekrut Massimiliano Allegri. Namun keinginan itu tak akan segera terjadi, setelah keputusan Allegri untuk berisitirahat sejenak dari dunia kepelatihan.

Massimiliano Allegri diketahui pun, tengah menikmati masa-masa rehatnya. Meskipun begitu, eks pelatih AC Milan dan Juventus ini telah berjanji untuk kembali melatih setelah kompetisi musim 2019/2020 berakhir.

“Saya tidak tahu apakah kalian menyebutnya sebagai rehat atau tidak, namun setelah relasi saya berakhir di Juventus dan saya berpikir untuk absen selama setahun dulu,”ungkap dari Allegri kepada ESPN.

“Ini kesempatan saat untuk merenung, pergi, dan serta berbicara kepada banyak orang. Saya akan lebih tenang untuk melakukan banyak hal di yang tidak saya dapatkan dulu (saat melatih Juventus). Mungkin setelah itu, saya akan memikirkan masa depan saya di musim yang akan datang,”tambahnya lagi.

Sementara comebacknya Massimiliano Allegri diyakini akan terjadi saat, dirinya memilih pekerjaan di Premier League. Pelatih berusia 25 tahun ini memang tengah dikait-kaitkan dengan beberapa tim asal Premier League, seperti Arsenal, dan serta Manchester United.

Taklukan Tottenham Hotspur, Manchester United Bidik Manchester City

Setelah berhasil menaklukan Tottenham Hotspur, Manchester United kini siap untuk menghadapi ujian besar dalam menantang Manchester City. Laga rivalitas dua klub sekota ini pun, kesempatan bagi The Red Devils untuk unjuk gigi lagi.

Kemenangan 2-1 oleh Manchester United, sekaligus mengakhiri tren kemenangan Tottenham Hotspur, Kamis (5/12/2019) dini hari WIB. Kemenangan ini juga berhasil merusak comeback Mourinho di Old Trafford, sejak dipecat pada Desember tahun lalu.

Kemenangan ini pun membuat Manchester United semakin siap dalam melakoni tantang berat pada akhir pekan ini. The Red Devils akan bertandang ke markas Manchester City, Etihad Stadion, Mimggu (8/12/2019) dini hari WIB.

“Ini membuat kami semakin siap dalam menghadapi laga berat di akhir pekan ini, dua hari pemulihan dan kami akan kembali memulai lagi,”ungkap dari Ole Gunnar Solskjaer setelah laga kontra Tottenham Hotspur, melalui situs resmi klub.

“Kami cuma harus pergi ke sana dan mendapatkan sebanyak mungkin poin. Saya sudah bilang sebelum pertandingan ini bahwa ini adalah sebuah kesempatan bagus bagi kami untuk memperlihatkan apa yang kami bisa lakukan.”tambahnya lagi.

Sementara laga ini tidak akan mudah bagi Manchester United, mengingat Manchester City kini dalam momentun bagus setelah meraih kemenangan telak di markas Burnley 1-4. Sebelumnya The Citizens sempat dalam performa jelek, setelah ditekuk Liverpool 1-3, lalu bangkit meraih kemenangan 2-1 atas Chelsea, namun meraih hasil imbang 2-2 atas Newcastle United.

Namun disisi lain, Manchester United juga tak terkalahkan jika menghadapi tim-tim top Premier League di musim ini. Hal ini terlihat dimana The Red Devils mampu mengalahkan Chelsea 4-0, imbang menghadapi Arsenal 1-1 dan Liverpool, terakhir menaklukan Tottenham Hotspur.

Southgate Masuk Kandidat Pelatih Baru Manchester United

sepertinya spekulasi terkait pelatih baru bagi Manchester United terus saja berhembus kencang. Kabar terkini malah mengklaim jika pelatih Timnas Inggris, yakni Gareth Southgate telah masuk dalam kandidat kuat pelatih baru bagi The Red Devils.

Manchester United diketahui masih dilatih oleh Ole Gunnar Solskjaer. Dirinya sebelumnya merupakan caretaker The Red Devils, sebelum akhirnya diangkat menjadi pelatih permanen klub setelah periode suksesnya.

Namun sejak resmi diangkat menjadi pelatih baru Manchester United, malah belakang mulai muncul desakan agar Solskjaer segera mundur. Semua ini tak terlepas dari performa tim skuat asuhan nya yang masih kurang stabil, bahkan cenderung menurun disetiap pertandingan.

Kabar terkini yang dilansir oleh The Sun, mengklaim jika pihak manajemen klub Manchester United telah menjaring para kandidat pelatih baru. Kabarnya Manajemen klub tertarik untuk merekrut pelatih bagi Timnas Inggris, yakni Gareth Southgate.

Ketertarikan Manchester United terhadap pelatih Timnas Inggris, karena kinerja nya yang sangat memuaskan. The Three Lions mampu disulapnya menjadi salah satu tim kuat, serta stabil selama masih ditangani Southgate.

Tidak hanya karena kemampuan nya yang mumpuni saja, Gareth Southgate juga menjadi pelatih yang selalu memberikan kesempatan untuk para pemain muda. Hal ini dianggap sesuai dengan filosofi klub, sehingga ingin menjadikan nya pelatih baru klub.

Sementara pihak Manchester United pun, dikabarkan akan merekrut Gareth Southgate pada akhir musim nanti. Pihak klub harus menunggu sang pelatih yang masih fokus bersama Timnas Inggris di Euro 2020, sebelum akan merekrutnya.

Masa depan dari Gareth Southgate bersama Timnas Inggris sendiri, diketahui akan ditentukan hasil dari Euro 2020 nanti. Andai gagal memenuhi target dari pihak FA, maka kemungkinan Manchester United bisa mengambil kesempatan untuk merekrutnya.

Selain nama Gareth Southgate, Manchester United juga mempunyai opsi pelatih lain. The Red Devils dikabarkan tengah mendekati eks pelatih Tottenham Hotspur, yakni Mauricio Pochettino.

Resmi, AC Milan Rilis Jersey Edisi Khusus

Seperti diketahui bahwa AC Milan merupakan salah satu klub raksasa Italia yang cukup sukses. Pihak manajemen klub dari I Rossoneri pun berencana untuk segera merilis jersey baru yang spesial, jersey ini pun akan berbeda daripada biasanya.

Perilisan jersey baru ini pun, resmi dilakukan pihak klub demi memperingati hari jadi AC Milan yang ke-120 tahun. Menariknya lagi, jersey ini akan dirilis dengan nuansa emas dan diproduksi hanya sebanyak 1.988 biji saja.

Jumlah produksi ini pun dilakuakan, juga sesuai dengan tahun dari berdirinya AC Milan. Diketahui bahwa klub yang bermarkas di San Siro Stadion ini, berdiri pada tanggal 16 Desember 1988.

Hal ini berarti, AC Milan akan segera berulang tahun ke-120 tepat pada 13 hari lagi. Dalam jersey baru ini akan bertulis kutipan sang pendiri klub, Herbert Klipin, pada bagian belakang.

“Kami akan menjadi sebuah tim iblis. Warna tim akan sangat merah layaknya sebuah api dan hitam, seperti rasa takut,”demikian isi kutipan pada belakang jersey dikuti dari situs resmi AC Milan, Senin (3/12/2019).

Sementara jersey ini telah resmi dijual di AC Milan Strore dan situs resmi Puma. Namun, saat tulisan ini dibuat jersey spesial ulang tahun AC Milan ke-120 sudah sold out alias habis.

Meskipun dibanderol dengan harga yang mahal untuk jersey baru, yakni mencapai 189,90 euro atau sekitar Rp 2,9 juta, namun tetap laris. Harga jersey baru ini pun lebih mahal dari harga jersey musim ini, yakni seharga 90 euro atau Rp 1,4 juta.

Sementara jersey baru ini pun, resmi digunakan tim saat AC Milan berhadapan dengan Sassuolo di pekan ke-16 kompetisi Serie A, Mimggu (15/12/2019) Stadion San Siro. Namun sebelum laga itu pun, I Rossoneri terlebih dahulu berhadapan dengan Bologna, Senin (9/12/2019).

Solskjaer Masih Aman dari Ancaman Pemecatan

Kursi kepelatihan Manchester United masih aman bersama Ole Gunnar Solskjaer, meskipun tim skuat asuhan masih tampil inkosisten disetiap laga. Hal ini setelah beredar kabar terkait direksi The Red Devils yang masih mempertahankan Solskjaer, dan belum berencana untuk menggantikan pelatihnya.

Kursi kepelatihan Ole Gunnar Solskjaer sempat goyah setelah muncul sejumlah suara yang meminta dirinya mundur dari jabatan nya. Hal ini tak terlepas dari kemampuan pelatih asal Norwegia ini dalam menstabilkan performa Manchester United, sehingga selalu meraih banyak hasil yang kurang maksimal.

Meskipun kabar ini sempat mereda setelah performa Manchester United semakin membaik pada bulan November kemarin. Namun dua mimggu kemudian, rumor pemecatan ini malah kembali menyeruak setelah tiga kali tanpa kemenangan.

Terkait performa Manchester United yang kembali memburuk pun, posisi Solskjaer diyakini tetap aman. Apalagi pihak manajemen klub masih mempercayai kemampuan dari Solskjaer.

“Saya percaya jika kabar ini, tidak akan pernah terjadi. Mereka yang ada diatas (Jajaran direksi Manchester United) masih percaya kepadanya, dan tidak berencana untuk memecat pelatihnya dalam waktu dekat,”ungkap dari Daniel Taylor yang merupakan jurnalis milik Guardian.

Selain itu juga, menurut dari Taylor pihak Manchester United tidak akan tergoda untuk merekrut Mauricio Pochettinoa. Meskipun pelatih asal Argentina ini telah berstatus tanpa klub, dan tengah mencari klu barunya.

“Semua orang tahu bahwa Ed Woodward dan koleganya di Direksi United tidak memiliki niatan untuk mencopot Solskjaer, meski Pochettino saat ini tengah mencari klub baru.” ia menandaskan.

Sementara Manchester United akan kembali mendapatkan pekan yang sangat sulit. Pasalnya, tim skuat Ole Gunnar Solskjaer akan menghadapi Tottenham Hotspur lalu menghadapi Manchester City dalam tujuh hari ke depan.

Bersama Mourinho, Dele Alli Bersinar Kembali

Sejak Tottenham Hotspur dilatih oleh Jose Mourinho, performa Dele Alli yang sempat meredup kini telah kembali lagi. Hal ini dapat terlihat dimana Alli tampil begitu impresif, serta memberikan kontribusi besar dalam laju kemenangan The Lillywhites.

Tottenham Hotspur dibawah kepemimpinan Jose Mourinho berhasil untuk meraih tiga kemenangan beruntun setelah menang 3-2 atas Bournemouth dalam laga lanjutan Premier League, Sabtu (30/11/2019). Dele Alli menjadi inspirasi kemenangan The Lillywhites setelah sepasang golnya, serta satu gol dari Moussa Sissoko.

Dibawah kepemimpinan Jose Mourinho pun, Dele Alli berhasil untuk mengoleksi tiga gol dan satu assist dari tiga laga pertandingan. Bahkan dari catatan statistik, pemain asal Inggris ini pun tampil lebih baik dibandingkan 10 pertandingan saat masih dibawah kepelatihan Mauricio Pochettino.

“Tentunya karena pertanyaan yang sempat saya buat untuknya, saya berkata apakah kamu adalah Dele Alli atau hanya saudaranya dan dia berkata bahwa dia adalah Dele Alli. Kemudian saya berkata, jika memang kamu adalah Dele Alli, maka tunjukan performa kamu yang sebenarnya,”ungkap dari Mourinho saat menjalani debut perdana nya sepekan lalu.

Pada musim lalu, diketahui bahwa performa Dele Alli memang sempat disorot tajam, hal ini karena dirinya hanya mampu mencetak 7 gol saja. Meskipun membawa Tottenham Hotspur finis di posisi keempat, dan serta berhasil masuk ke babak final Liga Champions.

Kritikan ini karena Dele Alli yang tampil impresif sejak menjalani debutnya di Tottenham Hotspur pada 2015/2016, dimana mampu mencetak 10 gol dan 11 assist. Kemudian penampilan impresifnya terus berlanjut di musim 2016/2017 dimana mampu mencatatkan 22 gol plus 13 assist, namun memasuki dua musim selanjutnya penampilan nya malah menurun tajam.

Sementara dibawah kepemimpinan Jose Mourinho, Tottenham Hotspur mampu untuk kembali bersaing di papan atas klasemen sementara Premier League. Kini The Spurs berhasil untuk menempati posisi kelima klasemen dengan 20 poin, serta hanya terpaut 6 poin saja dari Chelsea yang berada di posisi ke empat klasemen EPL.