Fans Malmo Ngamuk, Setelah Ibrahimovic berinvestasi di Hammarby

Keputusan dari Zlatan Ibrahimovic untuk berinvestasi bersama Hammarby rupanya menimbulkan masalah dengan klub lamanya, yakni Malmo. Fans dari klub Malmo tidak terima, serta melakukan sederet aksi vandalisme setelah Ibrahimovic menjadi bos klub rivalnya.

Diketahui pada hari Rabu (27/11/2019) waktu setempat, resmi diumumkan terkait Zlatan Ibrahimovic yang menjadi salah satu pemilik Hammarby. Terkait ini pun, fans Malmo merespon dengan sangat keras atas keputusan penyerang berusia 38 tahun tersebut.

Para pendukung dari Malmo langsung merusak patung Zlatan Ibrahimovic yang didirikan pada bulan lalu, di luar Stadion Swedbank. Patung yang didirikan untuk menghormati jasa Ibrahimovic telah dicoret-coret, dikarungi dudukan toilet, bahkan divideo yang beredar juga memperlihatkan patung itu telah dibakar.

Sementara aksi perusakan ini tidak hanya terjadi pada patung saja, namun merembet ke properti pribadi Ibrahimovic yang terletak di pusat kota Stokholm. Menurut dari FourFourTwo juga melaporkan bahwa sejumlah fans melakukan aksi coret-coret dibangunan itu dengan bertuliskan ‘Judas’ pada bagian pintu, terkait aksi ini pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan.

Malmo dan Hammerby memang memiliki rivalitas yang sengit, bahkan mereka juga bersaing ketat di kompetisi Liga Swedia. Saat ini kedua klub sama-sama mengoleksi 65 poin dengan menempati peringkat kedua dan ketiga klasemen, di bawah Djurgarden (66 poin).

Zlatan Ibrahimovic memang tidak hanya menghadapi kemarahan dari suporter di klub kampung halaman nya saja. Pemain berusia 38 tahun ini pun tengah dipersulit dengan mencari klub baru, setelah kontraknya di LA Galaxy tidak diperpanjang.

Meskipun begitu, pemain yang telah berusia 38 tahun ini santer dikabarkan akan segera merumput dikompetisi Serie A. Dirinya diyakini tengah menjalin kontrak dengan beberapa klub Italia, seperti AC Milan, Napoli, dan Bologna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*